Tentang Kandungan Karsinogen Penyebab Kanker Pada Personal Vaporizer

Formaldehyde

Dunia Personal Vaporizer dikejutkan dengan pemberitaan negatif yang menyimpulkan bahwa Personal Vaporizer lebih berbahaya dari rokok konvensional, salah satunya adalah pemberitaan dari Republika Online. Yang mengejutkan dari berita tersebut adalah klaim bahwa Personal Vaporizer “10 kali lipat lebih berbahaya daripada rokok tembakau” karena ditemukannya kadar formaldehyde 10 kali lipat dari rokok biasa, yang merupakan salah satu zat karsinogen penyebab kanker. Disini Penulis akan mencoba memecah pendapat dari pemberitaan-pemberitaan tersebut yang penulis anggap tidak menyeluruh dan terdapat pengambilan kesimpulan dari proses yang kurang tepat. Perlu juga diperhatikan ini adalah pendapat penulis semata, dan tidak bisa dijadikan sebuah acuan pasti sebagaimana sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan dengan data yang valid.

“Para peneliti Jepang mengatakan rokok elektrik beresiko menyebabkan kanker lebih besar 10 kali lipat”. Menurut Dr. Konstantinos Farsalinos, Formaldehyde adalah sebuah zat yang terdapat pada banyak sekali hal disekitar kita, salah satunya adalah bahan bangunan. Dr. Farsalinos memecah hasil studi dari Prof. Kunugita tersebut dengan sudut pandang science, satu batang rokok paling banyak mengandung 200mcg formaldehyde, enam kali lebih besar dari jumlah terbanyak yang ada di Personal Vaporizer (34mcg). Formaldehyde rata-rata yang ditemukan pada sample Personal Vaporizer adalah 4,2mcg per 10 puffs, 50 kali lebih kecil dari rokok tembakau rata-rata. Good Guy Dr. Farsalinos.

Dalam salah satu studi yang di publish pada New England Journal of Medicine, ilmuwan menemukan zat formalhyde yang lebih tinggi dari rokok biasa pada voltase 5.0V (ayolah, adakah diantara kalian yang vaping dengan voltase sebesar itu pada non-rebuildable atomizer?). Menggunakan sample yang tidak disebutkan jenisnya, dengan baterai variable volt yang di set di 3,3V dan 5,0V. Tidak ditemukan sedikitpun formaldehyde pada vapor yang dihasilkan di 3,3V, namun ditemukan formalhyde yang sangat tinggi pada 5,0V. Studi ini dianggap oleh ilmuwan lain kurang baik, karena seharusnya ohm dari atomizer juga dibeberkan, atau setidaknya Watt yang keluar. Namun kita asumsikan resistance yang umum digunakan adalah 1,5ohm, yang menghasilkan sekitar 13-14 Watt apabila di set di 5.0V. Dalam kondisi nyata sehari-hari (kalian para Vapers tentu langsung tertawa melihat studi ini), tidak mungkin seseorang menggunakan voltase sebesar itu dengan atomizer pabrikan, yang terjadi adalah dry hit (mimpi buruk vapers), dimana alih-alih liquid yang diuapkan, wick lah yang terbakar, menghasilkan sensasi rasa terbakar di mulut dan tenggorokan. Jadi harap tenang, apabila kalian menghirup formaldehyde, kalian akan merasakannya dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, vaping di high voltage dengan coil pabrikan adalah sebuah perasaan yang tidak menyenangkan, dan jarang sekali (kalaupun ada) Vapers yang vaping seperti itu. Dry Hit is the Bad Guy here.

Pada intinya, penulis berpendapat kesimpulan bahwa Personal Vaporizer 10 kali lebih berbahaya daripada rokok tembakau, adalah prematur. Bagaimana bisa kita melakukan generalisasi hanya dari “satu” zat karsinogen yang timbul di Personal Vaporizer, sedangkan untuk melawan rokok tembakau, kita harus melihat rokok tembakau secara keseluruhan berikut 7.000 zat kimia nya. Vaping dengan baik dan benar juga dapat membuat kadar formaldehyde menjadi tidak terbentuk, jadi jangan malu untuk bertanya bagaimana cara vaping yang baik kepada vapestore terdekat. Belum lagi Personal Vaporizer juga tidak berbahaya bagi orang sekitar.

Apabila didalam sebuah komunitas, 1 diantara 7.000 orang lebih bodoh 10 kali lipat daripada yang lainnya, apakah itu menjadikan komunitas tersebut lebih bodoh 10 kali lipat?

(written by : Hedi Yanuardi)

Sumber :

http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/14/11/27/nfp5o1-rokok-elektrik-berisiko-sebabkan-kanker-10-kali-lipat

http://www.vaporshark.com/blog/

http://www.ecigarette-research.com/web/index.php/2013-04-07-09-50-07/2014/188-frm-jp

http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMc1413069

http://www.reuters.com/article/2015/01/21/us-usa-health-ecigarettes-idUSKBN0KU2PP20150121

http://ecigarette-research.com/web/index.php/2013-04-07-09-50-07/2015/191-form-nejm